Minggu, 13 Oktober 2013

Hari Batik Nasional di sekolah Internasional Tembagapura

Tembagapura,04/10/13- Tahukah anda bahwa tanggal 2 Oktober diperingati sebagai hari batik nasional di Indonesia?

Batik sudah menjadi bagian dari warisan nasional Indonesia. Anda mungkin masih ingat betapa hebohnya ulasan di berbagai media cetak maupun elektronik ketika negara tetangga mengklaim batik sebagai salah satu budaya asli mereka. Hmmm...


Mari kita tilik kembali sedikit sejarah batik. Di Indonesia, batik bermula pada abad ke 16 di Jawa. Pada saat itu, batik dibuat dari secarik kain yang diproses handmade dengan teknik pewarnaan tradisional. Dewasa ini, teknik printing atau cap telah umum digunakan dalam pembuatan batik walaupun hasilnya menjadikan nilai batik cap berada di bawah batik tulis.

Batik memiliki makna tersendiri dalam kultur Jawa sebagai sebuah karya seni yang menunjukkan hubungan erat antara kehidupan masyarakat Jawa dan dunianya. Pengaruh Muslim, Hindu dan cina sangat kuat tampak pada karya seni ini.

Pada jaman dahulu, sarung batik dikenakan dalam kehidupan sehari-hari pun pada acara-acara khusus baik oleh rakyat jelata atau para aristokrat tergantung dari motif, bahan dan kualitasnya.

Saat ini, orang hanya memakai batik sebagai sarung pada acara-acara ceremonial seperti pernikahan dan peringatan tertentu namun mereka juga mengenakan baju  batik gaya kasual untuk keseharian.

Sebagai bentuk sikap open-minded dan menghargai negara tuan rumah Indonesia, staf dan siswa Sekolah Internasional Mount Zaakgam (MZIS) Tembagapura turut mengenakan batik ke sekolah setiap hari Rabu.

Berkaitan dengan Hari Batik Nasional, Sekolah berbasis International Baccalaurette (IB) ini juga akan mengadakan penggalangan dana dari penjualan batik Papua di sekolah, mulai Oktober akhir nanti. Ibu Benise, guru Bahasa dan Budaya Indonesia untuk MZIS Tembagapura menegaskan, " Dana yang terkumpul akan disalurkan ke organisasi lokal untuk Papuan Education Program (Program Pendidikan Anak-anak Papua)". (B!)

0 komentar:

Posting Komentar