Kamis, 17 Oktober 2013

Siswa Middle School Belajar Menikah

Tembagapura (13/10/13) -Membaca judul artikel ini, Anda pasti mengernyitkan dahi. Siswa Middle School belajar menikah? Apa tidak terlalu dini? He he he. Jangan buru-buru berasumsi negatif. Apalagi berimajinasi. 

 
Kejadian ini benar-benar nyata terjadi di sekolah Internasional Tembagapura.


Adalah Enam siswa sekolah menengah pertama yang sedang mengadakan riset tentang pulau Jawa; Zakki Suadi, McKayla Wilson, Ella Gibson, Jarrison, Max dan Aidan Morris, mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Mereka mengulik tentang letak geografis, politik, budaya dan agama di pulau dengan populasi terpadat di Republik ini. Islam sebagai agama dominasi, kental mewarnai budaya masyarakat di pulau Jawa. Termasuk di dalamnya perihal pernikahan. Tak ayal lagi, kelompok siswa-siswi itu membutuhkan seorang ahli di bidangnya.


Ustadz Yurzan, kepala sekolah Taman Pendidikan Qur'an Himpunan Anak-Anak Islam Tembagapura (TPQ HAISRA), memenuhi undangan dari Mr. James Crawford, guru SMP Mount Zaakgam Internasional School (MZIS) Tembagapura. Senin lalu (7/10/13), Ustadz muda asal Palembang ini bertandang sebagai guru tamu. Memberikan penjelasan padat secara efektif, Aan, demikian ustadz ini akrab dipanggil, berusaha mentransfer ilmunya semaksimal mungkin kepada siswa.


"Kami belajar tentang tata cara pernikahan Islam. Bagaimana melakukan akad nikah, apa yang perlu disiapkan sebelum menikah seperti mahar dan saksi, juga melakukan latihan menikah", ujar Zakki seraya tersenyum simpul. Walaupun waktu yang tersedia untuk menyerap pengetahuan tentang prosesi pernikahan Islam ini terbilang relatif singkat, McKayla Wilson mengaku mendapatkan cukup data untuk mempersiapkan presentasi kelompoknya.


Akhirnya, kegiatan pamungkas yang akan dilakukan di penghujung Oktober nanti adalah menampilkan hasil belajar mereka dalam bentuk pertunjukan, menikah! (B!)

0 komentar:

Posting Komentar